Senin, 09 Juli 2018

Pendampingan Pertanian, Babinsa Desa Ngunut Bantu Warga Tanam Jagung


Parang.  Pemilihan benih unggul merupakan faktor utama untuk meningkatkan produktifitas jagung, berhubungan dengan hal tersebut Kementrian Pertanian melalui Dinas TPHPKP bekerjasama dengan Kodim 0804/Magetan melalui upaya khusus yang dilakukan oleh Babinsa  memberikan pendampingan dan mendorong petani untuk menggunakan benih unggul yang memiliki produktifitas tinggi.

Menyikapi hal tersebut Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0804/04 Parang Serda Saimun melaksanakan pendampingan penanaman jagung jenis Hibrida Pioneer-21 di sawah milik Bpk Parjo, seluas satu hektare yang berlokasi di Desa Ngunut, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Senin (09/07/2018).

Kegiatan pendampingan pertanian oleh Babinsa di desa binaannya merupakan bagian tugas pokok Babinsa dalam melaksanakan tugas pembinaan di wilayah, guna meningkatkan program swasembada pangan.  “Wilayah teritorial kami sekarang sudah mulai memasuki musim tanam Jagung dan kami bersama petani sudah menyiapkan lahan serta mulai bercocok tanam” ungkap Babinsa Serda Saimun.

Pada kesempatan itu, Bpk Parjo selaku pemilik lahan mengungkapkan sangat senang adanya pendampingan penanaman jagung yang dilaksanakan  oleh Babinsa Koramil 0804/04 Parang Serda Saimun, sehingga kendala yang kami hadapi dlapangan dalam peningakatan produktifitas jagung mulai dari masa tanam hingga panen bisa kami tanyakan. “Ini sangat membantu sekali karena selain memberikan penyuluhan juga secara langsung bisa membantu tenaga, kami berharap, pendampingan seperti ini terus dilakukan oleh Babinsa karena sangat mendukung terhadap petani dalam rangka meningkatkan ekonomi dan mendukung pemerintah untuk swasembada pangan”  Ujarnya.  ( R 04 )

Kamis, 05 Juli 2018

Jalin Silaturahmi, Danramil 0804/04 Parang Hadiri Halal Bi Halal PSHT


Parang.  Ratusan anggota organisasi pencak silat ‘ “Persaudaraan Setia Hati Terate” (PSHT) di Ranting parang menggelar acara Halal bihalal atau sambung rasa di Lapangan Taman Garuda Parang Kec. Parang Kab.  Magetan. Jum’at (06/07/2018)

Turut Hadir pada Malam Halal bihalal PSHT Ranting Parang Danramil 04 Parang  Kodim 0804 Magetan Kapten Inf Gunawan Plt Camat Parang Sarengat S.sos, Dewan Pengurus Cabang PSHT Parang Nanang SH, Bapak Kades H.Bambang maryoto Prasetyo Pranoto.SH. selaku Sekdes. Acara dimulai pukul 20.00 WIB. ditandai dengan pertunjukan seni beladiri. Pertunjukan tersebut menampilkan pendekar PSHT yang memeragakan keahlian dalam olah jurus seni tunggal, seni ganda, seni beregu, dan seni ganda variasi.

Dalam sambutannya, Danramil 0804/04 Parang Kapten Inf Gunawan mengajak seluruh warga PS Setia Hati Teratai untuk turut serta menjaga keamanan, kerukunan antar perguruan silat, dan sekaligus menjadi pelopor pemersatu bangsa. “Diharapkan, PS Setia Hati Teratai ini menjadi wadah sebagai pemersatu bangsa,” ucapnya.

Kapten Inf Gunawan mengatakan dengan terselenggaranya acara tersebut dapat memupuk rasa persaudaraan lebih baik lagi, dengan terus bisa mengamalkan ajaran kebaikan dari Setia Hati. “Kita harus lebih berkomitmen untuk mematuhi aturan semuanya, untuk menjaga ketertiban umum, keamanan lingkungan dan persatuan bangsa, demi tetap terjaganya lingkungan yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Ketua Ranting “Persaudaraan Setia Hati Terate”(PSHT) Nanang SH mengatakan bahwa acara seperti ini penting digelar untuk meneguhkan persaudaraan dalam setiap berorganisasi, kita di didik untuk menjadi manusia yang punya sifat budi luhur, dengan mengenal diri sendiri sebaik- baiknya, agar kita tidak sulit mengenal orang lain. Ini mengandung makna orang itu nek wis ndelok awake dewe jebule aku ki enek sing kurang to. Nek ngono dulurku kiwo tengen, boloku yo duwe kekurangan tandasnya.(Manusia itu kalau instropeksi, melihat ke dalam diri sendiri, akan menyadari kekurangan dan kelemahannya. Kalau begitu, saudaraku, teman-teman dekat, ya punya kekurangan).

Kegiatan halal bihalal tersebut juga di isi dengan ceramah halal bi halal oleh KH. Sofyan dari madiun Sebagai menyaampaikan mari kita menjalin silahturahmi antar warga di ranting parang ini yang tujuan utamanya adalah untuk menjaga kekompakan antar anggota PSHT ranting parang dan yang paling utama adalah dengan adanya perguruan PSHT di Parang ini Maka warga PSHT harus bisa memberi rasa aman kepada Masyarakat Parang dan Masyarakat Parang bisa terjaga dengan aman dengan adanya Perguruan PSHT ini.

KH Sofyan Rasbuhani (mbah jambrong) mengajak kita sebagai makhluk Allah yang paling Sempurna ini untuk bisa membuat senang orang lain karena itu sebagai ibadah,maka jadi orang kenali diri sendiri jangan menjelek-jelekan orang lain sebelum diri kita sendiri baik.

Adapun Plt camat parang Bpk Sarengat S.Sos Mewakili Forkopimca Parang mengucapkan mohon maaf Lahir Batin karena masih di bulan Syawal ini dan halal bihalal PSHT ranting parang mari kita jadikan sebagai silahturahmi antar warga.

Sementara itu Nanang SH sebagai Ketua ranting cabang Parang mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Masyarakat parang yang telah mendukung kegiatan Halal Bihalal ini ataupun tempat untuk berlatih para siswa-siswa PSHT dan yang paling utama ucapan trimakasih kepada Forkopimca Parang yang selama ini sudah mendukung kegiatan di ranting parang ini dan semoga dengan adanya perguruan PSHT ini bisa bermanfaat untuk Masyarakat Parang.(tsr/R 04)

Rabu, 04 Juli 2018

Halal Bihalal Merupakan Salah Satu Ciri Khas Kebudayaan Bangsa Indonesia Yang Harus Dilestarikan


Parang. Dalam rangka meningkatkan silaturahmi dengan warga Masyarakat binaanya Babinsa Desa Trosono Sertu Sunaryo anggota Koramil 0804/04 Parang  menghadiri kegiatan Halal Bihalal di Desa Trosono Kec. Parang Kab Magetan. Selasa, 03/07/2018.

Kegiatan Halal Bihalal ini dilaksanakan dalam rangka menjalin tali silaturahim yang baik dengan warga masyarakat Trosono dan Perangkat Desa Trosono Sehingga terjalin hubungan yang harmonis antara masyarakat dan perangkatnya. “jelas sertu Sunaryo”

“Halal bihalal ini rutin dilaksanakan setiap tahunya sehabis menjalankan puasa Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat Desa Trosono dengan antusias menghadiri acara halal bihalal ini dan acara seperti ini harus dilestarikan karena tradisi ini menjadi salah satu budaya bangsa Indonesia terutama orang jawa.”  ungkap Kepala Desa Trosono Bpk Sumono.

Kades Trosono  mengatakan “berhalal bihalal saling memaafkan dan silaturahmi dengan masyarakat merupakan bentuk rasa hormat dan dapat menjalin sinergitas kekompakan dalam menjalankan pemerintahan desa bersama tiga pilar Desa Trosono, juga dapat sebagai penyegaran, yang dapat menyemangati kinerja bersama tiga pilar. “imbuhnya”

Minggu, 01 Juli 2018

Tradisi Halal-bihalal Di Pondok Pesantren Handurusiyah, Bentuk Pendekatan Warga Biaan dihadiri Danramil 0804/04 Parang


Parang, Danramil 0804/04 parang Kodim 0804 Magetan Kapten Inf Gunaan Bersama Babinsa Desa Ngelopang Sertu Kusno Menghadiri Halal Bihalal di Pondok Pesantren Handurusiyah Ds Ngelopang, Kec Parang, Kab Magetan, Sabtu (30/06/2018).

Dalam Memberikan Tausyiahnya KH Narzuki Mustamar Lc.M.Ag Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Malang,Halāl Bihalal merupakan acara saling bermaaf-maafan yang dilakukan pada Bulan Syawal. Setelah umat Islam selesai puasa Ramadhan sebulan penuh maka dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT. Namun, dosa kepada sesama manusia belum akan diampuni Allah SWT. jika belum mendapat kehalalan atau dimaafkan oleh orang tersebut. Oleh karena itu tradisi halal bihalal dilakukan dalam rangka saling memaafkan atas dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan agar kembali kepada fitrah (kesucian). Tradisi ini erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri.

Tujuan Halal Bihalal selain saling bermaafan adalah untuk menjalin tali silaturahim dan mempererat tali persaudaraan. Sampai saat ini tradisi ini masih dilakukan di semua lapisan masyarakat. Mulai keluarga, sekolah, sampai istana kepresidenan. Bahkan acara halal bihalal sudah menjadi tradisi nasional yang bernafaskan Islam.

Istilah Halal Bihalal berasal dari bahasa Arab (halla atau halal) tetapi tradisi halal bihalal itu sendiri adalah tradisi khas bangsa Indonesia, bukan berasal dari Timur Tengah. Bahkan bisa jadi ketika arti kata ini ditanyakan kepada orang Arab, mereka akan kebingungan dalam menjawabnya.

Halal Bihalal sebagai sebuah tradisi khas Islam Indonesia lahir dari sebuah proses sejarah. Tradisi ini digali dari kesadaran batin tokoh-tokoh umat Islam masa lalu untuk membangun hubungan yang harmonis (silaturahim) antar umat. Dengan acara halal bihalal, pemimpin agama, tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah akan berkumpul, saling berinteraksi dan saling bertukar informasi. Dari komunikasi ini akan mempererat kekeluargaan dan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Pada acara halal bihalal semua orang mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Hal ini mengandung maksud bahwa ketika secara lahir telah memaafkan yang ditandai dengan berjabat tangan atau mengucapkan kata maaf, maka batinnya juga harus dengan tulus memaafkan dan tidak lagi tersisa rasa dendam dan sakit hati. (MDC0804)

Rabu, 20 Juni 2018

Silaturahmi Dan Halal Bihalal Koramil 0804/04 Parang Bersama Warga Desa Ngunut

                                                      

Parang - Danramil 0804/04 parang yang diwakili oleh Bati Bhakti TNI Serma Kadirun dan Babinsa Ds Ngunut Serda Saimun menghadiri Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh masyarakat Ds Ngunut Kec Parang Kab Magetan. Kegiatan ini merupakan wujud silaturahmi dan saling memaafkan antara sesama warga dalam suasana lebaran di Desa Ngunut. Rabu/20/06/2018.

Rabu, 06 Juni 2018

Pemantauan Peredaran Makanan Minuman Menjelang Hari Raya Idul Fitri Oleh Lintas Sektoral Kec. Parang


Parang, Bati Bhakti TNI Koramil 0804/04 Parang Kodim 0804 Magetan Serma Kadirun Bersama Lintas Sekroral Kec. Parang  Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang kurang lebih seminggu lagi,  melakukan Pemantauan makanan dan minuman (mamin) di sejumlah tempat perbelanjaan, Rabu 06/06/2018.

Sabtu, 02 Juni 2018

Sinergitas TNI-Polri Dalam Melakukan Pengamanan Tempat Ibadah Di Kec. Parang


Parang - Koramil 0804/04 Parang Kodim 0804 Magetan dan Polsek Parang Polres Magetan melaksanakan Patroli dan pengamanan ke beberapa Gereja dalam rangka menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi jemaat yang sedang melaksanakan Giat ibadah kebaktian/Misa pada hari Minggu.03/06/2018.

Adapun Gereja-gereja yang utama digunakan untuk ibadah para jemaat di Parang ini adalah Gereja.
1. Gereja Maranatha
2. Gereja Elim Tabernekel
3. Gereja Hati Kudus