Jumat, 13 September 2019

Sedekah Bumi Dan Kirap Pusaka Desa Mategal Tradisi Turun Temurun


Magetan - Upacara Sedekah Bumi merupakan salah satu upacara adat jawa berupa prosesi seserahan hasil bumi dari masyarakat kepada alam. Upacara ini biasanya ditandai dengan acara selamatan Desa yang diadakan di Balai Desa atau tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat seperti halnya tempat Sumber air.

Pada hari Jumat , (13/9/19) di wilayah Koramil 0804/04 Parang bertempat di Sendang Widoro Kandang Dusun Gangsiran Desa Mategal Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jawa Timur,Desa Mategal mengadakan acara tradisi sedekah bumi dan Kirap Pusaka

Hadir dalam kegiatan Camat Parang Drs Wiyatmoko Tri Handaya,anggota DPRD Kabupaten Magetan Muhyar,Parlan dan Jamaludin, Danramil 04/Parang yang diwakili Bati Bhakti TNI Serma Kadirun,Wakapolsek Parang Aiptu Joko,Kades Mategal Giono beserta perangkat,Babinsa dan Babinkamtibmas.

Bagi warga Desa Mategal Upacara ini sudah berlangsung turun temurun dari nenek moyang kita Desa Mategal Kecamatan Parang adalah pedesaaan agraris, banyak lahan persawahan, perkebunan dan sumber air.

Di tempat terpisah Danramil 04 Parang menyampaikan ” Tradisi sedekah bumi ini merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat umumya pulau jawa yang sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang orang jawa jaman dahulu. Ritual sedekah bumi ini biasanya dilakukan oleh mereka pada masyarakat jawa yang berpotensi sebagai petani, berkebun yang menggantungkan hidup keluarga dan sanak saudara atau sanak keluarga mereka dari mengais riski dari memanfaatkan kekayaan alam yang ada di bumi” pungkasnya.

Kepala Desa Mategal Giono mengatakan “Bagi masyarakat Desa Mategal khususnya para kaum petani dan berkebun ritual sedekah bumi ini turun temurun tiap tahun pada saat bulan suro dan bukan hanya sebagai kegiatan rutinitas Tapi tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya jawa yang menyiratkan simbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris seperti Mategal.(R 04)

Kamis, 12 September 2019

Babinsa Trosono Bantu Pemadaman Kebakaran Lahan Gunung Bungkuk


Magetan, Babinsa Desa Trosono Sertu Sunaryo Koramil 04/Parang Kodim 0804/Magetan bersama masyarakat Pemilik Lahan dan Kamituo membantu memadamkan kebakaran lahan Gunung Bungkuk Desa Trosono Kec. Parang, Kab. Magetan Jawa Timur,Kamis (12/9/19)

Kebakaran lahan disebabkan oleh adanya oknum masyarakat tertentu yang membakar lahan kosong untuk kepentingan pribadi, dikarenakan kemarau panjang menyebabkan api menjalar ke lahan lahan milik masyarakat lainnya, yang dapat menyebabkan kerugian bagi tanaman yang telah tumbuh, seperti pohon Jati,sengon dan pepohonan lainnya.

Danramil 04/Parang Kapten Inf Gunawan mengatakan hingga sekarang telah dilaksanakan usaha untuk mensosialisasikan kepada masyarakat supaya tidak membakar lahan hutan sembarangan karena musim kemarau yang panjang mengakibatkan daun daun cepat kering dan mudah terbakar apalagi ditambah cuaca yang extrim angin kencang apik mudah menjalar tandasnya

Disamping itu juga Danramil dan para Babinsa terus menghimbau dan mengajak masyarakat, apabila ingin berkebun atau membuka lahan tidak diperbolehkan dengan cara membakar karena hal ini akan menyebabkan kebakaran yang meluas dan akan berdampak langsung bagi masyarakat yang tinggal disekitar wilayah hutan baik yang dekat ataupun yang tinggal puluhan kilometer dari lokasi kebakaran seperti asap ataupun debunya.(R 04)

Rabu, 11 September 2019

Danramil 0804/04 Parang, PPAD Merupakan Kekuatan Yang Sinergis, Efektif dan Dinamis


Magetan, Komandan Koramil 0804/ 04 Parang Kapten Inf Gunawan Menghadiri Pertemuan rutin bulanan Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD),  pada Pertemuan Rutin di Kantor PPAD tepatnya di Koramil ruang pertemuan Koramil 04. Rabo (11/09/19)

Hadir dalam giat pertemuan rutin tersebut Danramil 0804/ 04 Parang, Ketua PPAD  Peltu (Purn) Sukadi, beserta seluruh Purnawirawan Ranting Parang.

Kehadiran Danramil 0804/ 04 Parang Kapten Inf Gunawan, untuk memberikan sambutan kepada para Purnawirawan Angkatan Darat di Koramil 0804/ 04 Parang, Beliau mengatakan bahwa PPAD yang merupakan bagian utuh dari keluarga besar TNI AD, adalah menghimpun dan membina segenap unsur yang dimiliki TNI AD, baik yang masih aktif maupun yang sudah purna tugas, sehingga merupakan kekuatan yang sinergis, efektif dan dinamis.

Perhimpunan dengan kesetiakawanan yang kokoh kuat antara prajurit aktif dan purnawirawan, merupakan pilar persatuan dan kesatuan bangsa yang sangat diperlukan oleh bangsa ini dalam menghadapi dan mengatasi berbagai masalah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara saat ini dan di masa yang akan datang" Pungkas Danramil 04 Parang Kptn Inf Gunawan (R 04)

Senin, 09 September 2019

Babinsa Desa Krajan Kerja Bakti Bangun Talut Lapangan

KORAMIL PARANG, Sertu Supono Babinsa Koramil 04/Parang Kodim 0804/Magetan bersama-sama dengan warga melaksanakan Karya Bhakti pembuatan talut lapangan sepak bola Desa Krajan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Selasa (10/09/2019).

Kepala Desa Krajan Mujiono yang sekarang mencalonkan lagi sebagai kepala Desa Krajan berharap siapapun nanti yang terpilih sebagai Kepala Desa Krajan berharap pembanggunan seperti ini bisa berlanjut karena kegiatan seperti ini merupakan program yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga ditahun ini bisa dikerjakan sesuai anggaran yang ada.

Mujianto mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Desa Krajan, karena selama ini selalu aktif dalam mengontrol wilayah binaannya Desa Krajan ini" pungkasnya. (kdr_
R 04)

Jumat, 06 September 2019

Pesan Danramil 0804/04 Untuk Calon Pendekar Baru PSHT Agar Selalu Rendah Hati Dan Berbuat Yang Terbaik


Magetan – Bertempat di depan Padepokan PSHT Ranting Parang Danramil 04 Parang Kptn Inf Gunawan Memberikan pesan kepada calon Pendekar baru Ranting Parang. Jumat (6/9/2019)

Maulana sebagai ketua ranting parang menyampaikan Falsafah dan Ajaran SH Terate tersebut telah menjadi Prinsip Dasar Setia Hati Terate,untuk mencapai keseimbangan dalam tubuh (jasmani) dan pikiran (rohani), karena Persaudaraan Setia Hati Terate didirikan pada lima prinsip dasar diantaranya  Persaudaraan (Brotherhood atau persaudaraan),  Olah Raga (Sport), Bela Diri (Self-pertahanan), Seni Budaya (Seni dan budaya), Kerokhanian Ke SH-an (pengembangan Spiritual), tambah Budi.

Berlandaskan ke lima prinsip dasar inilah sebagai warga PSHT untuk tetap menjaga stabilitas jasmani sesuai dengan Falsafah PSHT. Setelah disahkan menjadi warga PSHT maka harus bisa mengendalikan diri dan tetap menjaga serta mempererat silaturahmi baik antar sesama warga PSHT maupun dengan perguruan pencak silat lainnya dengan cara Saling hormat menghormati satu dan lainnya.pungkas Maulana.

Sementara, Pesan Danramil 0804/04Parang kepada calon pendekar PSHT yang intinya ”Mengajak untuk selalu menjalin komunikasi yang baik antara PSHT,Koramil dan polsek, serta menjaga situasi wilayah Parang yang aman dan kondusif. “Tuturnya”

“Kami berpesan kepada warga baru yang akan disahkan pada hari ini agar tidak sombong, selalu rendah hati dan berusaha untuk berbuat yang terbaik.” pungkas Kptn Inf Gunawan.

Hadir dalam acara tersebut : Danramil 04/Parang Kptn Inf Gunawan, Wakapolsek Parang Iptu Joko, Ketua Ranting Parang Bpk Maulana dan para caloh pendekar PSHT kurang lebih 238 siswa. (R 04)

Jumat, 26 Juli 2019

Danramil 0804/04 Parang Hadiri Pembentukan Sekaligus Pelantikan Panitia Pilkades Desa Bungkuk


Magetan – Dalam rangka mempersiapkan pemilihan kepala desa (Pilkades) periode 2019-2024, pemerintah Desa Bungkuk menggelar rapat pembentukan panitia pilkades di Aula Balai Desa Bungkuk , Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa timur,Kamis (25/07/2019) malam.

Rapat pembentukan panitia Pilkades tersebut dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan Parang, BPD, perangkat desa serta tokoh masyarakat Desa Bungkuk.

Dalam sambutannya, Drs Wiyatmoko Trihandaya, Camat Parang menyampaikan, bahwa Panwas Pilkades Kecamatan Parang sudah dibentuk yang keanggotaannya terdiri dari Camat,Danramil, Kapolsek, Kasi Pemerintahan dan Kasi Trantib.

Dirinya menambahkan, pembentukan kepanitiaan Pilkades merupakan kewenangan dari BPD, dengan harapan, panitia yang terpilih harus dapat bekerja dengan profesional dan sesuai jadwal tahapan yang telah ditentukan.

“Bagi calon kepala desa, tidak dibebani dengan biaya pendaftaran, semua anggaran yang diperlukan dalam pelaksanaan Pilkades berasal dari  Pemerintah,” jelas Wiyatmoko.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Bayu Nirbaya Bakti, S.H., juga mengatakan, guna kesuksesan pelaksanaan Pilkades mendatang, setiap anggoga panitia yang terpilih harus dapat bekerja sama dengan baik.

“Kenetralan setiap anggota panitia sangat diperlukan, sehingga dalam pelaksanaan nantinya tidak terjadi permasalahan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan Desa Bungkuk dan sekitarnya,” tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Danramil 0804/04 Parang, Kapten Inf Gunwan, bahwa setiap anggota panitia harus menjaga kenetralan diri dan tidak memihak kepada salah satu calon.

“Kesuksesan Pilkades mendatang, tergantung kinerja dari panitia yang akan dipilih nanti, untuk itu pemilihan kepanitiaan pilkades hendaknya dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama serta akademis,” lanjutnya.

“Mari kita laksanakan tahapan Pilkades dengan cermat, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” pungkas Danramil. (R 04)